Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produk Fashion dari Kulit Kucing Marak di China, Aktivis Hewan Angkat Bicara

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 06 Desember 2019 |17:00 WIB
Produk Fashion dari Kulit Kucing Marak di China, Aktivis Hewan Angkat Bicara
Produk fashion dari kulit kucing marak di China (Foto : Nextshark)
A
A
A

Bagi masyarakat Indonesia kucing dianggap sebagai hewan peliharaan lucu dan menggemaskan. Namun, di China permintaan daging dan bulu dari hewan berkaki empat ini terus berkembang dengan pesat. Mereka mengonsumsi daging dan mengubah bulu mamalia ini menjadi aneka jaket dan sepatu yang indah.

Perdagangan kucing secara besar-besaran ini mengundang perhatian dari para aktivis untuk berkampanye. Mereka menuntut para oknum menghentikan penjualan daging dan bulu kucing di China pada 1 Desember 2019. Selain karena kasihan, para aktivis ini juga menentang kekejaman terhadap binatang.

Menurut salah satu organisasi perdagangan, sebagian besar kucing yang ditangkap dan diperjualbelikan merupakan hewan liar. Kucing-kucing tersebut tidak pernah dimusnahkan ataupun dikebiri sehingga terus bereproduksi dengan sangat cepat hingga mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

kucing

Meski demikian beberapa orang diduga mengambil kucing-kucing peliharaan yang membuat pemiliknya kebingungan dalam mencarinya. Tentunya akan sangat tragis jika sang pemilik mengetahui bahwa hewan kesayangannya justru berakhir dengan kondisi yang sangat menyedihkan.

Kucing-kucing tersebut dijual kepada tukang daging sebelum direbus secara hidup-hidup. Mereka akan menguliti kulit kucing tersebut dan mengubahnya menjadi sepatu, sarung tangan, dompet dan benda lain-lain. Produk tersebut dijual di toko sebagai barang yang berasal dari kulit,” tulis salah seorang aktivis dalam unggahannya di akun Facebook.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement