Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isu Larangan Ucapkan Natal di Berbagai Cabang, Ini Klarifikasi Manajemen Tous les Jours

Tiara Putri , Jurnalis-Sabtu, 23 November 2019 |13:12 WIB
Isu Larangan Ucapkan Natal di Berbagai Cabang, Ini Klarifikasi Manajemen Tous les Jours
Tous les Jours Jakarta (Foto: ist.)
A
A
A

Pengguna media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan foto dan video yang menunjukkan aturan di salah satu cabang toko kue Tous les Jours.

Adapun bunyi peraturan yang kontroversial di toko Tous les Jours adalah pihak toko tidak diperkenankan menulis ucapan di kue yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Contoh penulisan 'Selamat' untuk hari besar agama lain seperti Natal dan Imlek, serta perayaan seperti Valentine dan Halloween.

 Pengumuman

Sontak saja peraturan tersebut memancing respons masyarakat. Sebagian besar menuding toko kue Tous les Jours intoleran dan tidak menghargai perbedaan. Mereka meluapkan kemarahannya dengan menuliskan komentar di sejumlah akun media sosial milik toko kue, memberikan ulasan buruk di aplikasi, hingga langsung mendatangi toko kue.

Selain itu, ada imbas lain dari isu ini yakni munculnya kabar hoaks yang mengatakan bila toko kue cabang lain juga melakukan hal sama. Padahal, hanya satu cabang toko kue di bilangan Jakarta Selatan yang menerapkan aturan tersebut. Marketing Communication Tous les Jours, Diko pun memberikan tanggapan atas isu ini.

"Saya mau luruskan dulu untuk foto yang menyatakan ada beberapa toko lain yang menerapkan larangan serupa itu salah. Ini bisa dikonfirmasi kebenarannya karena pihak kami sudah double check, ternyata itu bukan berisikan tentang kata-kata yang viral. Selain itu, mengenai larangan di salah satu toko kue, bukan peraturan resmi yang dibuat management," kata Diko kepada Okezone melalui pesan singkat, Sabtu (23/11/2019).

Dirinya menambahkan, lantaran itu bukan peraturan yang dibuat oleh pihak manajemen Tous les Jours Indonesia, pelanggan tetap diperkenankan datang ke semua cabang toko kue. Pelanggan bisa meminta apapun kepada pihak toko seperti menuliskan ucapan. Diko menegaskan, apapun permintaan pelanggan pasti akan berusaha diakomodasi.

"Kami sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, kami akan selalu memberikan yang terbaik untuk customer kami," ujar Diko.

Sementara itu, dirinya juga memberikan komentar terkait perlakuan masyarakat ke toko kue. Menurut Diko, ini adalah dampak yang harus diterima setelah isu larangan penulisan ucapan menjadi viral. Ia memahami telah terjadi miskomunikasi.

"Kami akan berusaha sesegera mungkin memperbaiki dan selalu memberikan pelayanan terbaik," pungkas Diko.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement