"Pelatihan keterampilan itulah yang masih kurang di Indonesia. Memang sudah ada beberapa sekolah yang melakukannya, tapi gerakannya belum masif dan serentak. Cara mengapresiasi siswa sangat berpengaruh pada karakternya di masa depan," ujar Ana.
Apresiasi membuat siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya secara lebih optimal. Oleh karena itu, guru diharapkan tidak memberikan label kepada siswa seperti siswa nakal, siswa pemalas, siswa rajin, dan lain sebagainya. Sebab semua siswa berharga, bermakna, dan hebat.
"Tinggal bagaimana peran guru memantik kehebatan atau potensi siswa. Semua guru harus memiliki empati dan melihat semua siswa spesial tanpa judgement sehingga potensi bisa disinergikan," pungkas Ana.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.