Romy mengatakan, saat ini produk Keju Indrakila belum menyentuh pasar Jakarta karena belum mampu bersaing harga dengan produsen-produsen keju raksasa.
"Tidak semua kota masuk hanya Semarang, Jogja, Wonosobo, Solo, Surabaya, Malang, Bali, Lombok, Pontianak, dan Samarinda. Proses pengirimannya, hanya menggunakan cargo atau bus travel yang sudah pasti waktu sampainya untuk menjaga kualitas keju," kata Romy.
Lebih lanjut, Romy menjelaskan, produksi Keju Indrakila ditentukan oleh order yang diterima. Namun, mereka kini sudah memiliki pelanggan tetap. Sebulan, Romy dan Novitanyo bisa mengirim 2 ton keju natural ke Pulau Dewata Bali.
Mereka bekerjasama dengan salah seorang distributor asal Prancis, sehingga lebih mudah melakukan penetrasi kepada para ekspatriat maupun wisatawan mancanegara di sana.