Selalu ada hikmah di balik peristiwa. Pepatah ini nampaknya bisa disematkan kepada pasangan suami istri asal Australia, Lisa Gillam dan Tim. Sempat bersedih lantaran hari pernikahannya bertepatan dengan kerusuhan, siapa sangka pasangan ini malah mendapatkan sesuatu berharga yang belum tentu bisa dialami orang lain.
Semula Lisa dan Tim memiliki impian untuk melangsungkan pernikahan mereka di Prancis pada awal Mei lalu. Nahas, hari pernikahan mereka bertepatan dengan May Day. Di hari itu, para buruh turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi mereka sempat dilanda kerusuhan yang membuat ribuan aparat berjaga di setiap sudut kota.

"Ada polisi bersenjatakan senapan dan tank, mobil polisi menghalangi jalan-jalan, semua berdiri dalam barisan sehingga tidak ada jalan yang bisa dilewati," kata Lisa mengenang momen hari pernikahannya seperti yang Okezone kutip dari 9Honey, Jumat(8/11/2019).
Ketika itu, kurang lebih 7 ribu petugas kepolisian dan pasukan militer berjaga di seluruh kota. Mereka menghalau lebih dari 28 ribu demonstran.
Aksi unjuk rasa sempat tidak terkendali sehingga membuat polisi menyiramkan gas air mata dan meriam air serta menangkap hampir 400 orang. Tak hanya itu, banyak jalan di seluruh Paris ditutup untuk mencegah protes dan demonstrasi menguasai kota.

Kondisi itu membuat Lisa dan Tim menyadari jika hari pernikahan mereka tak akan berjalan sesuai rencana. Padahal pasangan beda usia 3 tahun itu berniat melakukan sesi foto di sekitar landmark terkenal.
"Tidak ada yang diizinkan masuk ke daerah-daerah itu, tidak ada mobil di jalan-jalan, dan kami khawatir tidak akan mendapatkan foto di sekitar kota, sesuatu yang membuat hatiku sedih," ucap Lisa.
Kemudian di sepanjang Champs-Élysées, pasangan ini bertemu dengan barisan panjang personel polisi dan militer yang berwajah tegas. Awalnya mereka tidak diizinkan masuk lantaran pengamanan yang sangat ketat. Namun Lisa langsung bisa berpikir cepat dan mengatakan sesuatu yang tak terduga.
"Aku dan Tim berkata, kami dari Australia dan melakukan kawin lari. Mendengar itu kepala polisi militer berubah pikiran dan mengizinkan kami masuk untuk melihat-lihat dan memotret. Tapi dia memberikan satu syarat yaitu aku harus memberinya ciuman di pipi," kata Lisa sambil tertawa.

Setelah mendapatkan izin untuk melihat-lihat sudut Kota Paris yang sedang sepi, Lisa dan Tim langsung mengabadikan momen tersebut bersama fotografer serta videografer pernikahan mereka.
Mengenakan gaun pengantin putih dan setelan jas hitam, keduanya berfoto di sekitar Place De La Concorde, Champs-Élysées, dan Arc de Triomphe untuk diri kami sendiri.
"Itu benar-benar sepi dan kosong, benar-benar tidak bisa dipercaya," ujar Lisa bersemangat.
Hal yang tak kalah istimewa adalah semula pasangan hanya diberikan waktu 15 menit untuk foto-foto di dalam zona aman. Tetapi polisi kemudian mengizinkan mereka untuk mengabadikan momen selama satu jam.
"Tidak ada mobil dan rasanya seperti kiamat. Tidak ada seorang pun di muka bumi sehingga terlihat aneh," imbuh Lisa.
Fotografer dan videografer mendesak pasangan untuk berhenti dan mengambil waktu sejenak guna menikmati pemandangan.

"Mereka memberi tahu kami bahwa ada begitu banyak film yang mencoba syuting di Prancis dengan suasana sepi namun harus mengeluarkan biaya jutaan dolar. Tetapi kami beruntung tidak perlu mendapatkannya. Suasana tenang menambah suasana hati untuk berfoto," ucap Lisa.
Dirinya menambahkan, "Pengalaman ini benar-benar spektakuler. Rasanya hampir tidak bisa orang lain mendapatkannya. Ini adalah tempat paling indah yang pernah saya lihat."
Lisa dan Tim kemudian melanjutkan rangkaian hari pernikahan mereka dengan bulan madu ke seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang selama tiga bulan.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.