Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes dari 1,5 persen pada 2013 menjadi 2 persen pada 2018 di tingkat nasional. Persentase prevalensi diabetes di DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya, yakni meningkat dari 2,5 persen menjadi 3,4 persen.
Menurut Survey Registration Sample pada 2014, Jakarta menyumbang kematian terbesar ketiga di Indonesia akibat penyakit diabetes dengan persentase sebesar 6,7 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid.
Menurutnya selain menimbulkan kematian, diabetes juga bisa menyebabkan berbagai penyakit tidak menular (PTM) bagi masyarakat. Mengejutkannya lagi, penyakit ini juga bisa mengurangi angka harapan hidup seseorang mulai dari 5-10 tahun.

“Selain kematian diabetes juga penyebab dari penyakit kardiovaskuler, penyakit ginjal, kebutaan, amputasi, dan disabilitas. Diabetes juga mengurangi usia harapan hidup penderitanya hingga 5-10 tahun,” terang dr. Dwi, dalam acara Edukasi Pencegahan Diabetes bagi 5 Ribu Pelanggan Alfamart di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).