Artinya air yang berwarna, atau selain air mineral sejatinya memang tidak bisa dihitung dan dimasukkan sebagai asupan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Seperti dijelaskan oleh Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi., Sp.G.K., Ketua Indonesian Hydration Working Group, hal tersebut karena kandungan yang terdapat pada air yang berwarna. Menjadikan air berwarna tidak bisa jadi subsitusi atau pengganti untuk memenuhi kebutuhan air harian.

“Ya karena sering kali air yang tidak berwarna putih itu kadang-kadang cairannya yang banyak tetapi temannya, banyak gula, contohnya es campur isinya susunya santan itu semuanya,” ungkap Dr.dr.Diana saat ditemui Okezone, di Jakarta Selatan belum lama ini.