Hingga saat ini, dr Bernie sudah menekuni profesi dokter anak kurang lebih selama 12 tahun. Banyak suka duka yang telah dialaminya. Ia mengaku merasa senang saat melihat pasien yang ditangani sejak kecil bertumbuh hingga remaja.
“Senang melihat mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Tapi saya sedih juga kalau ada pasien yang meninggal. Selain itu karena saya bertugas di sub spesialis tumbuh kembang, kadang ikut empati jika ada pasien yang sampai dikeluarkan oleh sekolah karena dia ABK (anak berkebutuhan khusus),” ujar dr Bernie.

Di sisi lain, ada pengalaman yang masih berbekas di hatinya sampai saat ini. Pengalaman itu terjadi saat dirinya masih menjalani PTT di Cianjur. Ketika itu, tidak semua pasien bisa membayar biaya berobat dengan uang.
“Saya sering dibayar dengan susu murni, satu kaleng kerupuk, atau sepandan pisang. Saya tetap merasa senang karena artinya pasien tetap mencoba menghargai bantuan saya walaupun hanya mampu memberi dalam bentuk makanan dan minuman yang mereka punya,” ucap dr Bernie.