Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Idonesia. Menurut Sample Registration System (SRS) 2014 tingkat kematian masyarakat Indonesia akibat stroke mencapai 21,1 persen.
Selain angka kematian yang tinggi, menurut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penyakit stroke mengambil porsi biaya yang cukup besar. Penyakit stroke menempati urutan biaya terbesar ketiga setelah jantung dan kanker.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi orang yang mengalami stroke adalah 12,1 per mil. Sementara pada Riskesdas 2018 prevalensi stroke menunjukkan angka 10,9 per mil.