Tapi, bukan cuma oleh konsulen dong, dia juga harus berhadapan dengan pasien. Setiap pasien yang datang pasti sifatnya berbeda-beda. Paling sedih kalau menghadapi pasien yang tidak kooperatif.
"Ada pasien yang keburu pulang, padahal kita lagi memeriksa pasien case. Terpaksa tanya-tanya lewat telefon untuk penunjang pemeriksaannya," beber Bintang.

Ada yang dirindukan, terkait tingkah laku konsulen
Memang, tidak cuma hal-hal pedih, terkadang Bintang rindu dengan tingkah laku konsulen yang pernah dia hadapi. Sebabnya selama menjadi koas, Bintang menghadapi konsulen yang berbeda-beda setiap stasenya.
"Bikin kangen itu sama tingkah laku konsulen yang aneh-aneh. Sampai ada yang benar-benar konyol. Misalnya dia menyarankan pasien untuk tidak boleh makan makanan enggak sehat, tapi konsulennya sendiri kesehariannya cuma makan gorengan," ungkapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.