Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Bisnis Jual Beli Ketombe Rp65 Ribu per Kg, Kisah di Baliknya Bikin Haru

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 13 Oktober 2019 |09:10 WIB
Viral Bisnis Jual Beli Ketombe Rp65 Ribu per Kg, Kisah di Baliknya Bikin Haru
Spanduk jual beli ketombe (Foto: Twitter)
A
A
A

Bagi Anda yang punya masalah dengan ketombe, tidak perlu merasa sedih. Ada bisnis jual beli ketombe yang sedang viral di dunia maya. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan cukup menggiurkan yakni, Rp65.000 per kilogram (kg). Menarik bukan?

Bisnis jual-beli ketombe ini pertama kali viral di media sosial setelah dibagikan ulang oleh akun parodi @azabkuburpedih di twitter. Menilik serangkaian foto yang diunggah, tampak jelas seorang wanita sedang menunggu pelanggan di sebuah saung sederhana dilengkapi sebuah spanduk besar di bagian atasnya.

Pada spanduk itu tertulis sebuah jargon dan keterangan lebih lanjut tentang bisnis jual-beli ketombe ini.

“Jual Beli Ketombe. Jual Ketombe Rambut Anda Di Sini Kami Beli 1 Kg Rp65.000. Tidak usah Keramas, Kami Siap Beli Ketombe Anda,” tulis keterangan spanduk tersebut.

 Perempuan duduk

Tidak sampai di situ saja, pada foto selanjutnya, si penjaga kedai tampak melayani seorang pelanggan yang sedang asyik menyetor ‘ketombe’. Pria itu dengan santainya menggosok-gosokkan sisir di kepala, hingga membuat ketombenya berjatuhan seperti bulir-bulir salju.

Lantas, apakah bisnis jual-beli ketombe ini benar-benar ada atau hanya sekadar iseng belaka? Hasil penelusuran Okezone, foto viral tersebut rupanya merupakan kreasi seorang konten kreator asal Magelang bernama Khoirul Anam.

Belum lama ini, Khoirul juga sempat viral setelah konten jasa melupakan mantannya tersebar luas di media sosial. Kepada Okezone, pria berusia 26 tahun itu membeberkan beberapa fakta menarik seputar konten jual-beli ketombe yang sedang hangat diperbincangkan netizen.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement