“Media sosial belakangan banyak menimbulkan permasalahan. Medsos mempunyai sifat adiksi atau ketergantungan. Gejalanya mirip seperti adiksi narkoba dan pornografi karena menyasar sistem yang bekerja pada otak,” terang dr. Agung, dalam acara Hari Kesehatan Jiwa Sedunia beberapa waktu lalu.
Dokter Agung pun mengatakan kecanduan tersebut bisa terjadi karena seseorang merasa nyaman dengan apa yang mereka lakukan. Alhasil mereka akan melakukan hal tersebut secara berulang-ulang. Jika sudah teradiksi, maka akan menimbulkan berbagai macam gejala.

“Gejala adiksi media sosial seperti menentang orangtua atau guru dan kualitas hidupnya menjadi menurun karena tidak mau melakukan apa-apa. Jika dihentikan maka mereka akan mengamuk dan berteriak-teriak seperti orang sakau,” lanjutanya.