Dokter Agung menjelaskan kasus bunuh diri banyak terjadi di kalangan anak kecil dan remaja. Oleh sebab itu metode pendekatan bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi kasus bunuh diri yang terjadi di Indonesia.

“Masalah bunuh diri banyak terjadi pada anak kecil dan remaja. Jadi kami melakukan pendekatan ke sekolah-sekolah. Kalau pada anak SD kita banyak berdialog dengan guru dengan mencermati secara dini perubahan perilaku seorang anak akibat bullying atau retardasi mental,” lanjutnya.