2. Kopi Gayo
Kopi Gayo berasal dari Negeri Serambi Mekkah alias Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ada tiga kabupaten di sana yang menjadi produsen kopi Gayo, yakni Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Kopi Gayo sudah eksis sejak Indonesia masih dijajah Belanda.

(Foto : bukalapak)
Cita rasa kopi Gayo adalah cenderung manis. Kekhasannya adalah after taste-nya clean. Maksudnya, setelah minum kopi Gayo, rasa kopi tersebut tidak akan membekas di lidah. Kopi Gayo yang diekspor adalah kopi arabika. Beberapa negara tujuannya adalah Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang. Jumlah yang diekspor bisa mencapai puluhan ribu ton biji kopi.
3. Kopi Temanggung
Mulanya, para petani kopi di Temanggung, Jawa Tengah hanya menjual biji kopi. Sejak 1980, mereka mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi dengan cita rasa robusta dan arabika.
Kekhasan kopi robusta asal Temanggung adalah aromanya lebih harum dibandingkan kopi robusta daerah lain. Sementara itu, kekhasan kopi arabikanya adalah rasa asam yang membekas lama di lidah. Masih ada lagi kekhasan kopi Temanggung, yakni adanya rasa pahit yang berasal dari tembakau.

(Foto : bukalapak)
Kabupaten Temanggung terkenal sebagai daerah penghasil tembakau dan perkebunan kopi di sana berada di sekitar area perkebunan tembakau. Tanaman kopi menyerap sari-sari tanaman tembakau. Itulah yang membuat kopi Temanggung mengandung rasa pahit.
Kopi Temanggung mulai diekspor pada 2008. Jumlah ekspornya bisa mencapai 6.000 ton biji kopi kering. Negara tujuannya adalah negara-negara di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.