MASYARAKAT Indonesia memang masih akrab dengan hal-hal yang berbau mistis sejak zaman dahulu. Memang, sepertinya mengerikan, tapi di sisi lain hal-hal mistis ini juga menjadi komoditas bagi banyak orang.
Tidak heran jika kemudian banyak orang melakukan hal-hal unik, seperti uji nyali untuk memuaskan rasa penasaran terhadap makhluk gaib. Bahkan, banyak tempat menyediakan wahana yang memamerkan hantu-hantu Indonesia.
Memang wahana ini menghadirkan sosok hantu-hantu yang tentunya itu bukan sungguhan, tapi manusia. Meski demikian, bukan berarti tidak ada kejadian mistis di lokasi tersebut. Terkadang, jika lagi apes, ada sosok tidak undang hadir dalam wahana tersebut.
Inilah yang dialami oleh Rudi, bukan nama sebenarnya, dan teman-temannya saat mengunjungi salah satu wahana rumah hantu di sebuah pasar malam. Kejadian itu terjadi di daerah Jawa Barat, dan tidak jauh dari rumahnya.
Kepada Okezone, Rudi sudah pindah tempat tinggal, menceritakan pengalaman mistisnya kala itu. Berawal dari kabar yang menyatakan bahwa wahana rumah hantu tersebut benar-benar mencekam, mereka pun mencoba mencari kebenaran gosip tersebut.

"Waktu itu saya dan teman-teman jam 9 malam janjiannya, kita sampai dan langsung cari dan masuk wahananya, tempatnya rada paling belakang, mungkin biar lebih serem kali ya," ujar Rudi kepada Okezone.
Menurut pengakuannya, malam hari memang menambah suasana mencekam, sehingga lebih meningkatkan adrenaline. Dalam wahana tersebut, terdapat beberapa ruangan dengan lorong-lorong sebagai pemisahnya. Suasananya pun dibuat seperti rumah tua yang sudah tidak terawat.
Beberapa hantu-hantu yang menurutnya terlihat sangat menyeramkan seperti ada kuntilanak, pocong, dan tuyul. Tapi, Rudi yang saat posisinya paling belakang saat itu, menemukan ada hantu lain di dalam situ.
Awalnya, Rudi merasa ada yang menggenggam tangannya dari arah belakang. Dia pun kaget, karena melihat sosok nenek-nenek menggunakan kain dan baju zaman dulu, dengan rambut terurai berantakan sambil membungkuk.
Rudi pun berpikir bahwa nenek itu adalah salah satu pemeran di wahana itu, meskipun dia tidak bisa melihat wajahnya karena tertutupi rambut yang acak-acakan. Tapi, salah satu yang dia ingat adalah tangan nenek tersebut yang keriput dengan kuku tajam, bahkan nenek itu sempat tertawa lirih.

Rudi pun tertahan, karena menuntun nenek itu berjalan perlahan dan terpaut makin jauh dari teman-temannya. Teman-temannya baru sadar, setelah berada di luar wahana tersebut, dan akhirnya melapor kepada petugas di pintu keluar. Mereka pun menjadi orang terakhir yang masuk ke wahana tersebut, karena akan segera ditutup.
Akhirnya petugas pun masuk dan menjemput Rudi. Mereka menemukan dia berada di lorong, berjalan lambat. Saat bertemu dengan petugas, Rudi mengaku lemas setelah nenek-nenek tersebut memegangi tangannya, meskipun nenek-nenek itu sudah tidak tampak setelah berjalan ke arah belakang.
Petugas pun heran mendengar cerita Rudi, karena dalam wahana tersebut tidak ada pemeran hantu nenek-nenek. Bahkan, beberapa pegawai lainnya pun berdatangan karena heran mendengar cerita Rudi, kesemuanya menuturkan tidak ada pemeran hantu seperti deskripsi Rudi.
Tapi, tangan kanan Rudi yang tadi digenggam memang tampak merah berbentuk tangan dan luka gores seperti terkena kuku. Rudi yang langsung lemas setelah mendengar penjelasan petugas, diberikan minum.
Dia bahkan harus diantar pulang oleh teman-temannya, karena masih shock lantaran bertemu hantu sungguhan di wahana tersebut. "Kalau ingat itu, sampai sekarang juga masih gemeteran. Enggak nyangka saja malah ketemu hantu beneran," tuturnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)