Awalnya, Rudi merasa ada yang menggenggam tangannya dari arah belakang. Dia pun kaget, karena melihat sosok nenek-nenek menggunakan kain dan baju zaman dulu, dengan rambut terurai berantakan sambil membungkuk.
Rudi pun berpikir bahwa nenek itu adalah salah satu pemeran di wahana itu, meskipun dia tidak bisa melihat wajahnya karena tertutupi rambut yang acak-acakan. Tapi, salah satu yang dia ingat adalah tangan nenek tersebut yang keriput dengan kuku tajam, bahkan nenek itu sempat tertawa lirih.

Rudi pun tertahan, karena menuntun nenek itu berjalan perlahan dan terpaut makin jauh dari teman-temannya. Teman-temannya baru sadar, setelah berada di luar wahana tersebut, dan akhirnya melapor kepada petugas di pintu keluar. Mereka pun menjadi orang terakhir yang masuk ke wahana tersebut, karena akan segera ditutup.
Akhirnya petugas pun masuk dan menjemput Rudi. Mereka menemukan dia berada di lorong, berjalan lambat. Saat bertemu dengan petugas, Rudi mengaku lemas setelah nenek-nenek tersebut memegangi tangannya, meskipun nenek-nenek itu sudah tidak tampak setelah berjalan ke arah belakang.