Oleh karenanya, Fahri menegaskan bahwa Sungai Cisadane ini tidak bisa ditangani oleh pemerintah sendiri, namun harus ditangani bersama-sama.

"Kita harus mengubah mindset. Selama ini kita selalu berpikir sungai itu ada di 'belakang' halaman rumah kita, sekarang harus dibalik menjadi di depan rumah, agar kita lebih peduli untuk melestarikannya," tambahnya.
Sementara itu, dalam rangka World Clean Up Day 2019, lebih dari 100 sukrelawan dari PT. Multi Bintang Indonesia Tbk dan masyarakat sekitar Sungai Cisadane turun langsung untuk membersihkan berton-ton sampah domestik di hulu Cisadane. Sampah tersebut kemudian akan disortir lalu dipindahkan ke fasilitas daur ulang.