Saat itulah Sangoi mulai tersadar ketika kontes kentut bisa diikuti oleh beberapa negara-negara di dunia seperti China, Inggris dan Amerika Serikat (AS) dan bahkan memiliki piala dunia.
Hal seperti inilah yang tidak dimiliki oleh negara seperti India, oleh sebab itu Sangoi berusaha keras untuk menormalkan proses kentut.
"Bahkan 20-25 tahun yang lalu, orang biasa kentut secara terbuka, tetapi sekarang mereka sudah menjadi canggih dan menganggapnya kotor, sering dipermalukan karena kentut di depan umum. Bahkan ketika dokter akan memberi tahu Anda bahwa kentut adalah salah satu fungsi tubuh manusia yang paling sehat," lanjutnya.