Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KKN di Bali, Fero dan Temannya Berulang Kali Alami Kejadian Mistis

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 05 September 2019 |22:32 WIB
KKN di Bali, Fero dan Temannya Berulang Kali Alami Kejadian Mistis
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Tak berapa lama dari kejadian itu, kelompok KKN Fero mengalami kejadian mistis lain. Di suatu siang menjelang upacara purnama, tiba-tiba ada seorang bapak yang kecelakaan saat sedang naik motor. Lokasi kecelakaan ada di depan Puskesmas tempat mahasiswa laki-laki tinggal. Bapak tersebut langsung dibawa ke dalam untuk mendapat pertolongan.

“Bapak itu luka parah dan kepalanya berdarah. Bidan yang ada di Puskesmas berusah mengobati, tapi karena darahnya banyak banget akhirnya bapak itu langsung dibawa ke rumah sakit. Tapi di perjalanan nyawa bapak itu enggak ketolong, di sana kalau meninggal karena kecelakaan itu agak seram,” jelas Fero.

Malam harinya, suasana di Puskesmas jadi terasa menyeramkan bagi para mahasiswa laki-laki. Terlebih darah bapak yang kecelakaan itu masih berceceran di mana-mana, terutama di ranjang tempat bapak itu sebelumnya ditidurkan. Para mahasiswa tidak ada yang berani membersihkan. Mereka akhirnya memutuskan untuk berdiam diri di kamar.

Kebetulan puskesmas tempat mereka tinggal memiliki dua buah ruangan. Ruangan pertama tempat bapak yang nyawanya tidak tertolong berusaha diobati. Ruangan kedua adalah kamar para mahasiswa tidur.

“Mereka menutup akses menuju ke ruang pemeriksaan karena suasanya enggak enak. Kemudian ada satu teman yang mau keluar untuk merokok. Ketika dia tutup pintu, tiba-tiba ada angin kencang banget dan pohon bambu di sebelah berisik lalu ada lolongan anjing,” ujar Fero.

Kejadian itu berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Akhirnya para mahasiswa pria memutuskan untuk tidak tidur dan memilih berjaga semalaman karena hawanya tidak enak. Keesokan harinya, mereka menjalani rutinitas seperti biasa dan berkumpul di kantor kepala desa.

“Ternyata aku kelupaan bawa barang, jadi harus balik ke puskesmas karena semuanya ada di sana. Pas sampai di puskesmas itu sepi karena semuanya di kantor kepala desa. Temanku masuk mengambil barang yang ketinggalan dan aku nunggu di motor dekat pohon bambu. Lalu tiba-tiba dari arah pohon bambu ada yang bersiul seperti memanggilku sebanyak 3 kali, pas ditengok enggak ada orang,” papar Fero.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement