Dia memberi penggambaran seperti ini, banyak perempuan yang rasa bosannya itu tinggi. Jadi, dia beli tas A dengan model tertentu. Kemudian, besoknya dia lihat ada produk tas B dengan model yang lebih menggambarkan dirinya, pasti produk A jarang disentuh lagi. "Secepat itu memang," tegasnya.

Nila pun mendukung sosialita yang lebih tertarik pada barang preloved. Sebab, ini juga berkaitan dengan pemanfaatan barang yang lebih maksimal. Selain itu, yang mesti dipertegas di sini ialah barang preloved tersebut mesti original.
"Kan kalau beli yang 'ori' tandanya kita mendukung si desainer dan ini yang patut diapresiasi. Daripada beli produk KW tapi baru," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.