Perjalanan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Ada yang harus tes berkali-kali untuk lolos, namun ada yang hanya sekali mencoba. Ada pula yang ingin menjadi PNS selepas kuliah, tapi ada yang baru menjadi PNS setelah sekian tahun bekerja di perusahaan swasta.
Kisah menjadi PNS datang dari Rahmi Nuraini. Saat ini dirinya telah menjadi CPNS Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bagian Analis Humas dan Protokol. Kepada Okezone, dirinya mengaku sudah sempat bekerja di perusahaan swasta selama 8 tahun sebelum pada akhirnya memutuskan untuk bekerja di pemerintahan.

Sejak awal lulus kuliah Rahmi sebenarnya sudah diminta oleh orangtua untuk daftar menjadi PNS. Namun pada saat itu dirinya belum berminat. Perempuan kelahiran 13 Mei 1987 itu memutuskan untuk lebih dulu bekerja sebagai konsultan public relation di salah satu agency dan menjadi dosen bidang komunikasi di salah satu universitas swasta di Jakarta. Selain itu, dirinya pernah menjadi tenaga humas pemerintah (THP) di Sekretariat Kabinet dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
“Saya menjadi PNS itu karena dorongan dari keluarga dan teman-teman. Kebetulan saat itu saya bekerja sebagai THP di Kemenko PMK, lalu orang-orang di sana mengatakan ada lowongan. Ya sudah akhirnya saya daftar, ikutin tahapan seleksi, dan ternyata lolos,” tutur Rahmi sewaktu dihubungi Okezone melalui sambungan telefon baru-baru ini.
Pada saat dinyatakan lolos menjadi CPNS, jauh dalam lubuk hati Rahmi sebenarnya ada kebimbangan. Dirinya berpandangan, ketika sudah bekerja cukup lama di perusahaan swasta lalu harus memulai lagi dari awal untuk menyesuaikan diri itu tidaklah mudah. Terlebih di PNS tidak melihat pengalaman melainkan grade.
“Kalau baru daftar PNS itu ‘kan awalnya harus jadi staf, cuma saya enggak pengin startnya terlalu jauh. Jadi ambilnya (daftar lowongan) yang kualifikasi lulusan S2 sehingga lumayan ngirit setahun kalau dari segi birokrasi,” ucap Rahmi.