Belum lagi Mia harus kemana-mana sendirian. Tak jarang ia merasa takut saat naik angkutan umum. Bahkan dirinya sempat merasakan harus makan antara nasi goreng dan warteg setiap malam demi untuk menghemat.
“Awalnya memang berat banget, di kerjaan semunya ibu-ibu jadi ngerasa kayak enggak ada teman untuk mengobrol. Lalu stigma PNS masuk jam 8 pulang jam 4 itu enggak ada, saya bisa baru pulang malam jam 8 atau jam 9. Kerjaannya rapat terus juga jadi bosen,” cerita Mia.
Setahun berlalu, dirinya mulai bisa beradaptasi. Terlebih setelah melalui prajab di mana Mia bertemu dengan teman-teman yang sepantaran. Dia pun pindah kos-kosan bersama dengan teman yang ditemui saat prajab. Hal itu membuatnya tidak lagi merasa kesepian.
Tak berselang lama, Mia menikah dengan kekasihnya yang berada di Cilacap. Mereka pun tinggal bersama di Jakarta setelah sang suami memutuskan untuk mencari pekerjaan di ibu kota. Saat ini dirinya sudah dikaruniai satu orang anak dan berusaha menjalankan perannya sebagai PNS, istri, serta ibu.
“Saya menikmati pekerjaan sebagai PNS karena saya bisa menyalurkan aspirasi juga sebagai masyarakat secara langsung. PNS sekarang itu juga enggak kayak yang kebanyakan orang bilang hanya menghabiskan uang. PNS tuh benar-benar kerja, tidak semudah yang orang-orang lihat, ada tanggung jawab yang besar. Saya juga senang karena dengan menjadi PNS bisa melayani masyarakat,” pungkas Mia.
(Utami Evi Riyani)