Setelah mengetahui penempatannya di ibu kota, dia sempat merasa bimbang. Terlintas di benak Mia untuk mundur saja. Akan tetapi nasihat dan dukungan dari orangtua lah yang pada akhirnya menguatkan ia untuk tetap maju.
“Pas ngomong saya keterima itu antara senang dan bingung, bahkan saya sampai nangis. Siapa sih yang enggak senang keterima jadi PNS, tapi di sisi lain berpikir ini di Jakarta. Tapi ibu sama ayah selalu bilang mungkin emang rezekinya di sana, jadi jalani saja dulu,” papar Mia.
Pergi merantau memang bukan hal baru baginya. Sebab sewaktu menempuh pendidikan di perguruan tinggi Mia kuliah di Surabaya. Namun tetap saja baginya Jakarta lebih jauh dari rumah. Terlebih waktu kuliah dia masih bisa tetap meluangkan waktu untuk pulang setiap minggu. Berbeda apabila di ibu kota yang bisa pulang kampung hanya pada saat hari raya.
Tapi Mia tetap berusaha semangat menjalani pekerjaannya sebagai CPNS di Kemendikbud. Pada mulanya ia sering menangis setiap malam lantaran merasa rindu kepada orangtuanya. Terlebih di Jakarta ia tidak memiliki siapa-siapa. Tidak ada keluarga dan teman yang bisa menemani jika dirinya merasa kesepian.