Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Testimoni Raden Berkomunikasi dengan Kembaran Gaibnya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 22 Agustus 2019 |18:08 WIB
Testimoni Raden Berkomunikasi dengan Kembaran Gaibnya
Ilustrasi Makhluk Gaib (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Di awal, Raden memberi klarifikasi kalau kalimat dalam Bahasa Jawa tersebut bukan doa memanggil kembaran gaib atau cara manusia bisa melihat kembarannya. Kalimat tersebut merupakan kalimat biasa yang dimaksudkan sebagai ucapan obrolan kepada sedulur papat limo pancer.

"Itu kalimat saya berkomunikasi dengan kembaran gaib saya. Saya tahu itu hanya satu arah komunikasinya, tapi menurut kepercayaan saya itu sebagai bentuk kita menghargai adanya makhluk lain yang tidak terlihat," terangnya.

Raden melanjutkan, untuk bisa melihat kembaran gaib, diperlukan ilmu khusus yang sangat tinggi levelnya dan tidak sembarang orang bisa melakukannya.

Hal yang mesti digarisbawahi di sini ialah ketika Anda memang akhirnya bisa melihat kembaran gaib, menurut Raden ada dua kemungkinan yang bakal terjadi setelahnya; pertanda baik atau pertanda buruk. "Dan kita nggak pernah tahu itu pertanda baik atau buruk," tegasnya.

Jadi, ucapan kalimat Jawa tersebut sebatas komunikasi saja, nggak lebih. Karena, sambung Raden, hal kayak gitu kadang tidak dirawat dengan baik. “Maksudnya, objek yang diajak komunikasi kan makhluk halus, makanya kita nggak tahu harus bagaimana menghargai keberadaan mereka. Nah, salah satunya dengan cara itu untuk menghargai keberadaan sedulur papat lima pancer kita," tambahnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement