SELAMA ini Anda mungkin penasaran dari manakah istilah Celebes, Borneo, dan ejaan 'oe' seperti 'Bandoeng' berasal? Bila dilihat dari penggunaan abjad dan bahasanya, kata-kata tersebut diadaptasi dari bahasa Belanda.
Sebagai negara bekas jajahan Belanda, Indonesia memang diwariskan beberapa peninggalan bersejarah yang masih digunakan hingga saat ini. Termauk nama-nama kota dan plat nomor kendaraan di daerah tersebut.
Salah satu buktinya bisa ditilik dari unggahan foto milik akun Twitter @almascatie. Dalam foto tersebut, terlihat secarik kertas kuno yang berisikan nama-nama kota lengkap dengan plat kendaraan.
Pada bagian atasnya tertulis kalimat, "Letter Auto Dari Nederlandsch Oosch-Indie". Sementara di bagian bawahnya, terdapat 39 nama kota dan kabupaten yang masih menggunakan ejaan kuno Belanda.
Salah satu peninggalan Belanda yg sangat bermanfaat bagi orang Indonesia, sampe saat ini.
— al (@almascatie) August 11, 2019
Nomor platnya dah dari jaman dulu. Diteruskan aja kayaknya. :/ pic.twitter.com/eNt3WyFt9i
Mulai dari Bantam (Batam), Batavia (Jakarta), Bandoeng (Bandung), Buitenzorg (Bogor), Cheribon (Cirebon), Jocjakarta (Yogyakarta), Soerakarta (Solo), Borneo (Kalimantan), Celebes (Sulawesi), hingga Amboina (Ambon).
Di sisi kanan nama kota tersebut juga dilmpirkan kode plat mobil untuk masing-masing daerah. Hampir semuanya masih digunakan oleh pemerintah hingga saat ini, misalnya Jakarta dengan kode plat B, Bandung plat D, Yogyakarta plat AB, hingga Sulawesi Selatan yang berplat DD.
Semuanya tertulis dengan ejaan lama yang sukses menarik perhatian netizen. Bahkan, beberapa nama kota sempat menjadi bahan diskusi sejumlah netizen yang mengaku penasaran dengan arti dan alasan di balik pemilihan nama kota tersebut.