Hal ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Jelas itu dapat memicu stroke dan penyakit jantung untuk orang-orang yang berisiko.
"Seseorang bisa terkena jantung atau stroke. Bisa dilihat kalau orang sakit itu tapi enggak merokok, artinya tubuhnya disinyalir kena polusi udara tinggi, karena partikel halus masuk ke tubuhnya," tutur Dr Agus.

Selain itu, paparan polusi di dalam ruangan berasal dari penggunaan mesin-mesin elektrik, yang bisa menimbulkan polutan dalam luar ruangan. Penggunaan aksesoris furniture, seperti gordyn dan karpet dapat menimbulkan virus dan bakteri di dalam ruangan. Jika tidak dibersihkan, maka dampaknya bisa mengganggu pernapasan.
Sayangnya, sebut Dr Agus, paparan polusi udara di luar ruangan jadi concern masyarakat. Padahal polusi di dalam ruangan juga jadi hal penting yang harus dihindari.
Caranya yakni dengan menghindari timbulnya polutan di dalam ruangan lewat pembakaran, menanam tanaman seperti lidah buaya, pembuatan ventilasi yang bagus, penggunaan air purifier, serta cara-cara lainnya yang efektif mengurangi polutan di dalam rumah.
(Helmi Ade Saputra)