Saat hamil, perempuan menjadi lebih berhati-hati dalam memilih sesuatu. Entah itu makanan, kegiatan yang boleh dilakukan, maupun kosmetik. Semua demi kebaikan janin yang ada di dalam kandungan agar bisa berkembang dengan baik.
Berbicara mengenai kosmetik, sebagian besar perempuan mengetahui bila ada bahan-bahan kimia yang bisa membahayakan untuk kandungan. Oleh karenanya, ada beberapa kosmetik atau produk kecantikan lain yang sebaiknya tidak digunakan selama hamil. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut ini seperti yang Okezone lansir dari Byrdie, Minggu (28/7/2019):
Benzoil peroksida
Bahan kimia yang satu ini cukup efektif untuk menghilangkan jerawat tapi bisa berbahaya bagi bayi. Oleh karenanya hindari produk perawatan jerawat selama hamil.

Wewangian
Beberapa produk kecantikan biasanya memiliki aroma wewangian yang cukup mendominasi. Meskipun menyenangkan untuk menghirupnya, namun wewangian biasanya terdiri dari bahan kimia berbahaya seperti paraben, turunan benzena, aldehida, dan masih banyak lagi. Bahan-bahan itu dapat menyebabkan kanker dan membawa masalah bagi sistem saraf. Oleh karenanya, sebelum menggunakan produk yang mengeluarkan aroma, periksa terlebih dahulu kandungan bahan kimia di dalamnya, apakah ada yang berbahaya atau tidak.
Hydroquinone
Bahan kimia yang satu ini dimanfaatkan untuk mencerahkan kulit dan biasanya ada pada serum serta krim pencerah. Namun penggunaan produk harus dihindari selana kehamilan. Penelitian menunjukkan sebanyak 45% dari bahan ini diserap ke dalam kulit dan dapat meningkatkan risiko berbahaya pada janin.

Formaldehida
Bahan kimia ini biasanya terkandung dalam cat kuku atau produk untuk meluruskan rambut. Bagi ibu hamil, tidak disarankan untuk menggunakan produk tersebut. Sebab formaldehida telah dikaitkan dengan kanker serta masalah sistem saraf lainnya seperti nyeri dada, batuk, kesulitan bernapas, dan iritasi pernapasan.
Retinoid
Hindari penggunaan produk yang mengandung retinoid karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Bahan kimia yang termasuk kategori tersebut antara lain asam retinoat, retinyl palmitate, retinaldehyde, adapalene, tretinoin, tazarotene, dan isotretinoin.
Asam salisilat
Bila digunakan secara oral, produk kosmetik yang mengandung asam salisilat dapat meningkatkan risiko perdarahan intrakranial pada janin.
Asam tioglikolat
Bahan kimia ini biasanya digunakan pada krim penghilang rambut yang biasanya digunakan untuk waxing. Adapun yang termasuk dalam kelompok asam tioglikoat adalah asetil merkaptan, merkaptoasetat, asam merkaptoasetat, dan asam tiovanat
Tabir surya kimia
Meskipun penting, penggunaan tabir surya pada ibu hamil perlu diperhatikan. Hindari tabir surya yang mengandung avobenzone, homosalate, octisalate, octocrylene, oxybenzone, oxtinoxate, menthyl anthranilate, dan oxtocrylene.
Sodium Lauryl Sulfate
Kandungan bahan kimia ini sering ada di sampo karena bisa menghasilkan busa. Apabila merek sampo yang digunakan mengandung sodium lauryl sulfate, carilah merek lain. Sebab bahan kimia tersebut dapat menyebabkan masalah dengan sistem saraf, fungsi ginjal dan hati. Jika tertelan dapat menyebabkan mual, muntah, atau diare.
Diazolidinyl Urea
Bahan kimia ini sering ditemukan di maskara. Bahaya langsung bukan dari kandungan utamanya. Namun diazolidinyl urea melepaskan formaldehida yang berbahaya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.