"Apalagi untuk kasus ini 'kan usia anak tersebut juga masih remaja akhir. Jadi memiliki barang mewah bisa membuatnya terlihat keren. Hal itu menjadi suatu kebutuhan yang penting agar teman-temannya mau menerima dan dia bisa tampil stand out dibandingkan teman-teman yang lain," jelas Arrundina.
Di sisi lain, Arrundina mengatakan bila peneriman di lingkungan pertemanan memang bisa terasa mengasyikkan dan menyenangkan. Namun apabila hal itu malah membuat seseorang bisa berbuat nekat dan mengorbankan orang lain, maka itu sesuatu yang tidak bisa dibenarkan.
"Memang harus buat prioritas mana kebutuhan primer, mana yang tersier," tandas Arrundina.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.