Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya Tuberkulosis karena Polusi Udara hingga Penularan di Transportasi Umum

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 15 Juli 2019 |21:02 WIB
Bahaya Tuberkulosis karena Polusi Udara hingga Penularan di Transportasi Umum
Penderita tuberkulosis (Foto: Medicine Clinic )
A
A
A

Tahun 2030 pemerintah ingin eliminasi TB

Sementara itu, pemerintah menginginkan eliminasi tuberkulosis berhasil di tahun 2030. Banyak upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal itu. Mulai dari mencari pasien tuberkulosis lalu diobati sampai sembuh, hingga mendorong pasien untuk tidak putus obat.

Karenanya, pengobatan selama 6 bulan itu akan sangat membosankan bagi pasien. Kalau putus obat yang dikhawatirkan yakni bisa mengalami resisten obat.

"Kita akan terus cari pasien tuberkulosis sampai benar-benar tereliminasi nantinya. Kalau ketemu pasti akan diobati dan diberikan secara gratis," kata dr Wiendra.

Tingginya jumlah pasien tuberkulosis di Indonesia dipengaruhi karena banyak faktor. Antara lain kondisi lingkungan tidak sehat, pasiennya tidak peduli dengan kondisi tubuhnya, sehingga lalai untuk melakukan deteksi dini.

Jadilah tuberkulosis menjadi momok buat banyak orang karena sangat membahayakan. Bahkan data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, estimasi penderita tuberkulosis di Indonesia angkanya mencapai 842 ribu orang. Tapi baru 549 pasien yang ditemukan positif TB. Kondisi ini sangat tidak merata, sehingga menyulitkan pemerintah untuk memberantas TB.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement