Tak hanya itu saja, Mukhlis yang bersikukuh menolak penutupan tempat karaokenya ini pun bersitegang dengan aparat keamanan. Setelah sebelumnya ia bertindak layaknya filsuf yang memberi wejangan akan surga dan neraka, kini ia melakukan aksi layaknya seorang pengacara.
Ia berusaha mendesak petugas yang hendak menyegel tempat tersebut terkait izin usaha. Ia pun mempertanyakan undang-undang tentang tempat tersebut dan justru berbalik menyerang petugas tentang izin untuk menyegel tempat usahanya.
“Statusku ngerti ora? La seijine piye? Ijine sama siapa? Juklak koe rene. Ya perdane piye?” tutur Muklis dengan logat jawa yang sangat kental.
Ia pun terus memberondong setiap jawaban yang diajukan oleh salah satu aparat keamanan yang hendak menutup tempat tersebut. Hingga akhirnya satu aparat keamanan lainnya berusaha meredam emosi mukhlis beserta warganya.
Sejak diunggah pada 5 Juli 2019, video Mukhlis ini telah dibagikan sebanyak 1.100 kali dan memperoleh 979 like dari para netizen. Beberapa netizen pun turut memberikan komentarnya terhadap postingan tersebut.
“Mungkin di surga terlalu instan apapun ada mungkin dia maunya yang lebih menantang,” tulis akun @farhantaya.
“Si bapak sangat memikirkan akhirat, beliau sungguh sangat berjasa bagi para penghuni neraka,” tulis akun @al_farikha.
Sementara akun @TataRuangJateng menulis: “Biar neraka ramai berangkat ke neraka sekarang aja.”
Setelah di aksi pertama blio layaknya seorang filsuf kelas berat dr @TasawufGL, kali ini lek Muklis seolah-olah seperti pengacara. Sungguh orang nDemak memang sitimewa. Niki Gus @MuhammadiyahGL @BuddhisGL @GontorGarisLucu @setangarislucu pic.twitter.com/JTVcgMBYEf
— WongJateng Garis Lucu (@WongKang6) 8 Juli 2019
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.