Anak-anak biasanya membawa semua barang bawaan mereka menggunakan tas ransel. Tas ransel itu biasanya diberi muatan buku, makanan, hingga tempat minum yang membuat bobotnya cukup berat.
Padahal, menggendong tas ransel yang sangat berat itu jelas bisa mengganggu pertumbuhan anak. Beban terlalu berat di punggung si anak bakal menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

(Foto: Yew Stuff)
Tahukah Anda berapa berat ideal beban ransel yang digendong anak? Dikutip dari The Health Site, Selasa (9/7/2019), anak sekolah seharusnya menggendong tas ransel yang beratnya tidak lebih dari 10 persen bobot tubuh mereka. Sementara jika yang dibawa adalah tas dorong, bebannya sebaiknya tidak lebih dari 20 persen bobot si anak.
Ini merupakan hasil penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Applied Ergonomics. Hasil penelitian tersebut diambil setelah peneliti melakukan pengamatan terhadap 49 siswa sekolah dasar.
Peneliti menganalisis postur tubuh dan gerakan anak saat membawa beban dan tidak. Dari hasil penelitian itu disimpulkan menggendong ransel memberikan beban pada pinggang dan punggung. Sementara membawa tas dorong memberi beban tambahan pada lutut dan persendian lainnya di kaki serta tangan.
Hasil penelitian itu menunjukkan tas troli lebih nyaman dipakai. Mereka hampir seperti tidak membawa beban apa pun. Menarik troli tidak menimbulkan masalah yang serius seperti halnya memanggul ransel.
Meski demikian, sebaiknya anak tidak dibiasakan membawa banyak barang ke sekolah. Pastikan dia hanya membawa barang yang dibutuhkan saja.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.