Rokok elektrik atau vape dewasa ini sudah banyak peminatnya, bahkan seperti sudah menjadi tren di kalangan milenial Ada yang memandang rokok elektrik justru lebih aman dari rokok konvensional. Tetapi benarkah anggapan tersebut?
Namun, New University of California, telah melakukan penelitian yang menunjukan bagaimana kandungan nikotin tinggi dari rokok elektrik dapat membanjiri sel otak dengan senyawa berbahaya. Para peneliti mengatakan temuan mereka harus menjadi peringatan, terutama bagi wanita hamil dan remaja.

Menurut penelitian University of California, paparan nikotin dari rokok elektrik bisa memecah sel-sel otak. Meski begitu, kemungkinan yang sama juga berlaku untuk produk nikotin apa pun, tetapi khususnya pengguna vape remaja.
Karena otak remaja masih berkembang dan kerusakan akibat paparan nikotin rokok elektrik dapat membatasi pertumbuhan kognitif mereka seumur hidup. Penelitian tersebut memperingatikan, kandungan nikotin satu rokok elektrik bisa setara dengan satu bungkus rokok