IMEJ kebun binatang di Indonesia memang dikenal kurang baik. Bahkan, beberapa pernah beredar hewan-hewan di kebun binatang tersebut kekurangan gizi.
Padahal berwisata ke kebun binatang membuat anak-anak bahagia dan senang. Di sana mereka bebas berkenalan dengan banyak satwa secara langsung.
Karenanya, guna meningkatkan kesejahteraan kebun binatang, Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) menginginkan adanya akreditasi. Ini jadi salah satu syarat berdirinya kebun binatang yang nyaman, serta meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah mengatakan, di tahun 2020 targetnya harus ada 80 kebun binatang dapat akreditasi. Dengan begitu, kualitas pengelolaan satwa di setiap kebun binatang bisa terjamin dan menjawab kritikan dari berbagai pihak.

"Lembaga konservasi atau kebun binatang, tidak hanya menjadi tempat rekreasi semata. Melainkan juga berperan dalam pemenuhan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi serta penelitian dan pengembangan," ucap Rahmat lewat keterangannya kepada Okezone, Kamis (4/7/2019).
Dengan adanya akreditasi, mestinya harus ada standar kesejahteraan satwa, yang mengarah standar nasional maupun internasional. Selain itu, di kebun binatang juga bisa menjadi tempat pengembangbiakan satwa do luar habitat (ex-situ), termasuk hewan yang berstatus dilindungi.
Sayangnya, sambung Rahmat, untuk mengembangkan kebun binatang sesuai fungsinya, ada banyak tantangan berat dan kompleks. Karena selama ini banyak berita morning, terkait kebun binatang di Indonesia yang dianggap kotor dan hewannya tidak terawat dengan baik.