Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dianggap Hina Budaya Jepang, Kim Kardashian Ganti Nama Shapewear Terbarunya!

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 02 Juli 2019 |12:25 WIB
Dianggap Hina Budaya Jepang, Kim Kardashian Ganti Nama Shapewear Terbarunya!
Kim Kardashian (Foto: Dailymail)
A
A
A

Kim Kardashian akhirnya mengganti nama shapewear Kimononya setelah memicu pro dan kontra di kalangan netizen dunia, khususnya bagi rakyat Jepang yang menganggap bahwa pemilihan nama tersebut telah menghina seni dan budaya mereka.

Tindakan tersebut juga dikenal dengan istilah cultural appropriation yakni, bentuk perampasan kebudayaan ketika seseorang mengadopsi kebudayaan tertentu yang bukan menjadi budaya etnis atau rasnya (tanpa persetujuan pihak bersangkutan).

Dilansir Okezone dari Newshub, Selasa (2/7/2019), pekan lalu Kim Kardashian mengumumkan peluncuran shapewear barunya, Kimono. Brand ini merupakan projek fashion yang telah ia kembangkan sejak tahun lalu. Namun sayang, Kim justru mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Banyak orang yang mengklaim Kim telah menghina kebudayaan Jepang. Sebagaimana diketahui, Kimono merupakan pakaian tradisional Jepang merujuk pada jubah atau gaun longgar panjang sampai pergelangan kaki, dan biasanya diikatkan di tubuh dengan ikat pinggang. Pakaian ini sudah lama dipandang sebagai ikon budaya Jepang.

Seorang wanita Jepang bernama Yuka Ohisi mengatakan kepada BBC bahwa, pakaian itu tidak memiliki hubungan dengan pakaian tradisional.

“Kami memakai kimono untuk merayakan kesehatan, pertumbuhan anak-anak kami, pertunangan, pernikahan, wisuda, dan pemakaman. Ini adalah pakaian perayaan dan diwariskan dalam keluarga dari generasi ke generasi,” tutur Yuka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement