Lima bulan berjalan, perkembangan rumah makan tersebut tidak begitu mulus, tetap sepi. Sampai akhirnya, muncul sesuatu yang aneh dan itu sangat mendadak. Rumah makan ini ramai.
"Bahkan sampai banyak banget berjejer mobil dan truk di depan rumah makan. Lalu, kejanggalan mulai terjadi di mana truk-truk yang ngebut ngelewatin rumah makan itu bisa langsung ngerem mendadak atau kalau kelewatan mereka putar balik dan mampir ke rumah makan itu. Padahal, rasa makanannya biasa saja," tutur si netizen.
Kecurigaan itu pun terjawab. Kejanggalan mendadak itu memperlihatkan bukti nyata kalau sang pemilik usaha bersekutu dengan iblis. Ya, dia melakukan pesugihan supaya usahanya laris manis.
Diketahui, syarat yang diajukan si iblis ialah menyiapkan sesajen dan ayam cemani setiap malam Jumat kliwon. Jadi, setiap malam Jumat kliwon, si pemilik usaha harus menyiapkan syarat tersebut dan jangan sampai "lengah" satu momen pun. Kalau lupa, nyawa jadi taruhannya!
"Dan benar terjadi. Satu malam si pemilik usaha lupa memberi sesajen dan ayam cemani. Mau tahu siapa nyawa yang diambil? Kakak kandungnya sendiri. Sang pemilik menjadikan kakaknya tumbal untuk menebus kesalahannya. Tapi, setelah meninggalnya si kakak, rumah makan itu malah makin ramai," ceritanya.
Meski tambah ramai, tapi semakin banyak kejadian aneh terjadi di sana. Mulai dari banyak kecelakaan yang terjadi, ini karena si iblis katanya minta tumbal manusia lagi.