BALI memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang sudah diakui dunia. Maka tidak heran jika Pulau Dewata masuk dalam daftar tempat terbaik untuk dikunjungi.
Berada dekat garis katulistiwa membuat Bali (seharusnya) hangat sepanjang tahun. Namun, ternyata ada perbedaan kondisi yang signifikan antara kedua musimnya. Lalu, kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Dewata? Masing-masing periode memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.
Mei hingga Oktober, Musim Kemarau
Musim kemarau Bali berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober. Namun, curah hujan kerap meningkat pada bulan September. Jadi, kalau Anda berniat ke Bali pada periode ini, mungkin hindari bulan September. Terlepas dari bulan tersebut, cuaca di Bali menyenangkan sekali pada musim kemarau ini. Suhu yang hangat, langit nan cerah, dan embusan angin yang menyejukkan memberikan kedamaian pada hati dan tubuh Anda.
Musim kemarau merupakan waktu yang sempurna untuk ke Bali. Selain cuaca yang lebih enak, lokasi wisata pun muncul di mana-mana. Titik untuk surfing bermunculan, mulai dari Uluwatu hingga Canggu. Trekking dan berbagai aktivitas luar ruang pun jadi bisa dilakukan. Misalnya jalan-jalan ke Air Terjun Bedugul, atau trekking ke pegunungan di Bali.