HuntStreet juga bekerja sama dengan Moja untuk membuat instalasi dengan mengusung konsep sustainable luxury. "Karena HuntStreet sebagai brand dengan resale movement ini kami memperpanjang lingkaran kehidupan setiap luxury goods. Dari luxury goods yang nggak dipakai, kita menemukan pemilik baru untuk itu," ungkap Janice.
HuntStreet sangat ketat dalam hal kurasi setiap produk barang mewah yang masuk. Ada tiga variabel yang harus dipenuhi, mulai dari brand, yang hanya memilah luxury brand. Yang kedua adalah pentingnya barang autentik.
"Paling penting itu autentik maka dari itu kita punya inhouse authentication team yang semua barang yang masuk ke HuntStreet harus dicek terlebih dahulu. Karena kita komitmen ke customer bahwa jaminan 100 persen uang kembali jika barang ditemukan tidak autentik," tutur Janice.
Serta poin ketiga adalah melihat kondisi barang. "Nomor tiga itu kondisi, kalau kondisi itemnya sudah lumayan jelek kami nggak terima karena nanti yang membeli juga nggak nyaman," tambahnya.
HuntStreet telah menjadi platform untuk berburu dan menawarkan barang-barang mewah secondhand untuk lebih dari 1000 brand ternama seperti Chanel, Hermes, Celine, Kate Spade, Marc Jacobs, Tory Burch, dan lainnya.
Selain itu, HuntStreet juga rutin melakukan penggalangan dana. Charity dilakukan setiap tahun dan pernah bekerja sama dengan Annisa Pohan dan Aliya Rajasa, Tungga Dewi, Rumah Harapan sama Kawula Madani.