Untuk menjangkau lokasi doa di hadapan Bunda Maria, pengunjung terlebih dulu harus melewati jalan melingkar tak berujung mengelilingi taman. Tak jauh dari taman doa, terdapat Kapel Adorasi yang melambangkan surga.
Desain Kapel Adorasi ini menyerupai musala dengan kubah berwarna kuning keemasan. Pengunjung taman doa tidak hanya berasal dari Sragen. Mereka dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Bahkan, wisatawan dari Kalimantan dan Sumatra juga pernah singgah ke taman doa. “Karena ada banyak wisatawan dari luar kota, warga sekitar mulai membuka layanan homestay. Jadi, mereka bisa menginap di homestay untuk beristirahat. Kami ingin keberadaan taman doa membawa efek domino bagi masyarakat sekitar. Jadi, sampai sejauh ini kami tidak pernah menarik retribusi untuk kas desa,” ucap Sekretaris Desa (Sekdes) Pilangsari, Suparmin.
Dalam rangka menunjang potensi wisata Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima Kota Sragen, Pemdes Pilangsari masih mengalokasikan sebagian besar anggaran dari dana desa untuk perbaikan infastruktur. “Tahun ini perbaikan infrastruktur masih menjadi prioritas. Tapi, kami juga menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan membuat pupuk cair. Ke depan, kegiatan pemberdayaan seperti ini yang perlu ditingkatkan,” jelas Sunaryo.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.