Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Perjuangan Fitri Tropica untuk Hamil karena PCOS

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2019 |18:14 WIB
Cerita Perjuangan Fitri Tropica untuk Hamil karena PCOS
Perjuangan Fitri Tropica untuk hamil (Foto : @fitrop/Instagram)
A
A
A

Lantas, apakah sebenarnya PCOS itu? Melansir Fox News, PCOS memiliki kepanjangan polycystic ovarian syndrome (PCOS) dan merupakan sindrom yang menyebabkan masalah infertilitas pada perempuan secara umum. PCOS terjadi karena ketidakseimbangan hormon reproduksi sehingga mengganggu pertumbuhan dan pelepasan telur dari ovarium selama ovulasi. Hal ini membuat perempuan tidak mengalami menstruasi secara teratur dan sulit untuk hamil.

Kembali ke Fitrop, pada akhirnya ia memutuskan untuk mengatasi PCOS. Dirinya berpikir selama ada yang salah dengan tubuhnya cara apapun yang dilakukannya untuk hamil, entah itu program atau bayi tabung, takut hasilnya tidak sesuai harapan. Akhirnya pada akhir tahun lalu, perempuan bernama asli Fitri Rakhmawati itu mengunjungi dokter ob-gyn yang berfokus pada PCOS.

“Berdasar hasil lab dll ketauan lah klo aku ada PCOS genetik turunan dr mamah, krn mamah pun dulu begitu. Dan pengobatan pun dimulai dgn cara merapikan siklus bulanan. Dikasih obat agar mens, dan penyubur yang diminum di hari ke 3 saat dtg bulan,” terang Fitrop.

Cara lain yang dilakukannya adalah menggunakan minyak aroma terapi dan menjalani saran dari salah satu dokter untuk tidur di bawah jam 10 malam. Pada awal tahun di Januari dan Februari, Fitrop mengatakan jika siklus menstruasinya berlangsung normal.

Di bulan ketiga, dia sempat merasa khawatir jika PCOS kambuh karena dia berpikir terlambat mendapatkan menstruasi. "Padahal obat rutin minum. Akhirnya berkat saran dr @tommygpratama aku pun memberanikan untuk testpack, Garis 2 itu pun Alhamdulillah muncul. #MasyaAllah #Tabarakallah,” tutup Fitri Tropica.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement