Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beli Durian Rp3,4 Juta Wanita Ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 07 Juni 2019 |10:20 WIB
Beli Durian Rp3,4 Juta Wanita Ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi
Beli Durian (Foto: Asiaone)
A
A
A

BELUM lama ini terdapat sebuah kasus yang melibatkan pertengkaran hebat hanya karena sebuah durian. Ya, buah yang satu ini memang terkenal di Asia Tenggara karena rasa dan aromanya yang khas dan disukai banyak orang.

Meski demikian, buah ini sempat membuat seorang wanita geram hingga menyuarakan ketidaksenangannya. Bahkan para petugas penegak hukum pun harus turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah ini.

Seorang wanita memposting sebuah kisah yang mengaku hampir menghabiskan uang sebesar RM1.000 atau setara Rp3,4 juta hanya untuk dua durian jenis Black Thorn dan satu durian Musang King. Ia pun mengatakan hal tersebut terjadi di sepanjang jalan Macalister Road.

Sang pemilik toko yang bernama Chin Ah Chiang juga mengaku tidak suka dengan tindakan yang dilakukan oleh wanita tersebut. Ia bahkan menceritakan wanita tersebut tiba-tiba datang dan hendak mencari buah yang terbesar dan terenak.

Sang penjaga toko mengatakan bahwa wanita tersebut bersama sekelompok orang sengaja mengonsumsi durian tersebut di dalam toko. Alhasil pemilik toko berusia 52 tahun tersebut pun menagih sang wanita untuk meminta bayaran.

“Black Thorn harganya RM95 atau Rp325 ribu per kilo, tapi kami menagihnya sebesar RM90 atau Rp308 ribu per kilo. Sementara Musang King memiliki harga sebesar RM60 atau sekira Rp205 ribu per kilonya,” terang sang pedagang, sebagaimana dilansir Asia One, Jumat (7/6/2019).

Ah Chian mengaku bahwa stafnya telah memberitahu kepada wanita tersebut berapa harga durian tersebut per kilonya. Namun ketika membayar, sang wanita mengatakan bahwa durian dagangannya sangatlah mahal. Meski demikian, ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.

“Jika dia memiliki masalah, dia bisa meminta untuk berbicara dengan saya atau menelepon nomor saya yang ada di spanduk atas rak durian kami,” terangnya.

Ah Cian pun memberikan waktu kepada wanita itu selama seminggu untuk bertemu dan membicarakan hal tersebut. Jika tidak, ia akan melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib. Bukannya meminta maaf, wanita itu pun justru mentatakan tidak khawatir jika sang pemilik toko ingin membawa masalah ini ke pihak yang berwajib.

Wanita itu bersikukuh bahwa sang penjaga sama sekali tidak memberitahu berapa harga durian yang dimakannya kala itu. Ia pun mengatakan bahwa dirinya sedang berada di luar negeri dan telah meminta seluruh teman-teman yang bersamanya bertemu dengan pemilik toko.

Kementerian perdagangan, koperasi dan konsumerisme cabang Penang, Chin Ching Chung telah melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang masalah ini. Timnya sedang mencari barang bukti untuk menyelesaikan masalah durian tersebut.

“Kami sekarang telah meminta mereka memberikan bukti sewa toko, margin, dan biaya lainnya seperti gaji untuk staf mereka. Kami telah memberikan mereka waktu hingga 18 Juni untuk memberikan dokumentasi. Setelah mereka merespon baru kami akan menghitung margin keuntungan mereka apakah hal itu di atas apa yang ditetapkan dalam peraturan,” tandasnya.

 

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement