Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, aktivitas mudik Lebaran sudah mulai dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Menurut penuturan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, puncak arus mudik sendiri akan berlangsung pada 31 Mei mendatang.
Bagi masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman, diharapkan melakukan persiapan matang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), sempat membagikan beberapa tips mudik sehat bagi para pengguna kendaraan roda empat.
Menurut penuturannya, mengingat aktivitas mudik ini identik dengan kemacetan dalam waktu yang lama, masyarakat diminta untuk membuka jendela mobil secara berkala.
"Kalau terjebak macet yang cukup lama, kita khawatir akan ada banyak kandungan gas berbahaya di dalam mobil. Hal ini bisa muncul dari kebocoran kendaraan yang akhirnya memproduksi gas CO2 berlebihan, bisa juga dari napas penumpang yang mengeluarkan CO2," tutur Dokter Agus Dwi Susanto, saat ditemui di Gedung Kemenkes, Selasa 28 Mei 2019.

Agus menambahkan, bila terlalu lama terjebak macet, maka gas CO2 akan terakumulasi di dalam kabin. Sehingga dapat menyebabkan kantuk, pusing, dan keluhan lainnya karena keracunan udara.
Untuk hal tersebut, pemudik harus menyalakan AC dengan mode re-circulate agar udara atau racun polutan di luar tidak masuk ke dalam kabin (mobil).