Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asal Muasal Mitos Suku Sunda Dilarang Menikah dengan Suku Jawa dan Sebaliknya

Tiara Putri , Jurnalis-Minggu, 12 Mei 2019 |01:05 WIB
Asal Muasal Mitos Suku Sunda Dilarang Menikah dengan Suku Jawa dan Sebaliknya
Ilustrasi (Foto: Independent)
A
A
A

Menikah dengan orang yang beda suku bukanlah hal yang mudah. Perbedaan adat istiadat, budaya, hingga nilai-nilai yang dianut bisa membawa masalah tersendiri. Akan tetapi, jika masing-masing pihak berusaha menyikapi dengan baik, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang.

Namun di sisi lain, perbedaan suku dapat menjadi penghalang sepasang kekasih untuk menikah. Sebagai contoh, ada mitos yang mengatakan suku Jawa dilarang menikah dengan suku Sunda begitu juga sebaliknya. Konon apabila dilanggar pernikahan tersebut akan berakhir tidak bahagia, jatuh miskin, tidak bertahan lama, dan hal-hal buruk lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, Minggu (12/5/2019), kemunculan mitos tersebut bukan tanpa alasan. Mitos ini dilatar belakangi legenda Perang Bubat. Dikisahkan ketika Kerajaan Majapahit berjaya, Prabu Hayam Wuruk memiliki keinginan untuk memperistri putri Dyah Pitaloka Citaresmi dari Kerajaan Pasundan atau Kerajaan Sunda.

 

Sebuah sumber mengatakan keinginan tersebut dilatarbelakangi oleh kepentingan politik dimana Hayam Wuruk berniat mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Tapi ada pula yang menyebutkan jika niat menikahi itu datang setelah sang prabu melihat lukisan sang putri dan merasa tertarik.

Atas restu keluarga, Hayam Wuruk kemudian mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar putrinya. Keinginan menikah dengan putrinya pun diterima dan upacara pernikahan rencananya berlangsung di Majapahit. Maharaja Linggabuana bersama permaisuri dan putrinya serta rombongan Kerajaan Sunda berangkat ke Majapahit dan diterima di Pesanggrahan Bubat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement