PANGERAN Harry dan Meghan Markle dianugerahi seorang putra bernama Archie. Kelahiran Archie ini pun menjadi perbincangan di seluruh dunia.
Sayangnya, Pangeran Harry harus meninggalkan Meghan dan putranya yang baru berusia tiga hari untuk pergi ke Belanda. Dia mendapatkan tugas meresmikan Invictus Games, bertemu dan berbincang dengan mantan prajurit Dennis van der Stroom.
Tapi, dalam perbincangannya dengan Van der Stroom, Pangeran Harry masih menyatakan kesedihannya karena sang ibu tidak bisa melihat cucunya.
Baca Juga: 7 Maskapai dengan Pelayanan Paling Buruk di Dunia

"Kehilangan seorang ibu sama dengan kehilangan semacam sistem keamanan, betapa Anda membutuhkannya sebagai seorang putra, dan itu akan hilang ketika Anda kehilangan ibu Anda,” kata Pangeran Harry seperti diungkapkan Van der Stroom dikutip dari The Sun, Jumat (10/5/2019).
Memang, saat itu Pangeran Harry baru berusia 12 tahun dan William 15 tahun, ketika Lady Diana meninggal dalam kecelakaan mobil fatal pada Agustus 1997.
Selain mengutarakan rasa rindunya dengan sang ibu, Pangeran Harry juga berbicara tentang bagaimana memiliki seorang putra telah memberinya fokus baru. Dia pun dengan bangga mengenakan jumper Invictus bertuliskan slogan "Saya seorang Ayah".
Baca Juga: Cantiknya Arfita Dwi Putri, Pramugari Istri Yama Carlos yang Dikabarkan Selingkuh

Harry juga mengatakan kagum dengan keajaiban di dunia, dan bagaimana anaknya membuat banyak orang bahagia. Dia juga mengatakan kepada Van der Stroom bahwa dia benar-benar bahagia, karena putranya sangat tenang dan tidak rewel.
Sayangnya, ada banyak jadwal yang harus dipenuhi oleh Pangeran Harry, dan itu mengharuskan dirinya meninggalkan sang istri dan anak walaupun mereka baru menghabiskan sedikit waktu bersama.