![]()
"Pria membuat sekitar sepertiga dari apa yang mereka buat selama tahun-tahun untuk mendongkrak ekonomi Jepang di tahun 1980-an. Rasa percaya diri beberapa pria terkait dengan gaji mereka dan mereka merasa terancam oleh wanita yang memberdayakan diri mereka sendiri," kata Snow.
Dia menjelaskan bahwa penurunan pendapatan, membuat pria di Jepang merasa kurang percaya diri dalam menarik wanita Jepang yang semakin sukses, yang telah terbiasa menghasilkan uang sendiri dan menempatkan diri sebagai yang utama.
“Ada banyak wanita profesional dengan pendapatan yang sangat tinggi, sehingga mereka berpikir bahwa pernikahan mungkin tidak akan menguntungkan untuknya," kata Snow.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.