
Analisis data mengungkapkan bahwa pria yang memiliki penghasilan rendah juga 10 hingga 20 kali lebih mungkin menjadi perjaka daripada mereka yang berpenghasilan tinggi.
Akibat fenomena ini menjadikan Jepang memiliki salah satu angka kelahiran terendah di dunia dan merupakan rumah bagi populasi orang yang sudah menua, dengan survei terbaru menemukan 34,6 juta orang Jepang berusia di atas 65 tahun.
Namun terlepas dari itu, pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan jumlah pernikahan dan anak-anak, namun hasil survei dari Institut Nasional Kependudukan dan Penelitian Jaminan Sosial, tidak menunjukan hasil yang diinginkan.
Dilansir dari CNN, Senin (6/5/2019). Nancy Snow, seorang profesor diplomasi publik dari Universitas Kyoto Studi Luar Negeri, mengatakan kepada CNN bahwa perubahan norma sosial dan ekonomi berkontribusi pada penurunan hubungan antara pria dan wanita.