
Namun nasib Altantuya harus berakhir tragis, pada Juni 2006, dikatakan Altantuya yang kala itu tengah mengandung dibawa paksa oleh orang-orang tak dikenal lalu dibawa ke dalam hutan di kawasan Petaling Jaya dan kemudian dihabisi nyawanya dengan cara ditembak dua kali di bagian kepala, lalu tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak, tepatnya bahan peledak plastik kelas militer C4.
Dua pengawal yang bekerja untuk Najib Razak kala itu, Azilah Hadri dan Sirul Azhar Umar, disebutkan dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut dan telah dimasukkan ke penjara pada 2008. Tetapi motif kejahatan tersebut, atau sosok di balik yang memerintahkan pembunuhan itu, kabarnya tidak pernah diselidiki lebih lanjut.

Altantuya selama ini, menurut rekan dekat dari Najib memang merupakan kekasih dari Abdul Razak. Sebagai ‘wanita simpanan’ dari Abdul Razak, banyak yang menyakini bahwa Altantuya bahkan terlibat dalam perjanjian pertahanan untuk membeli dua kapal selam Scorpene Prancis yang melibatkan sosok Najib, yang mana ini kemungkinan jadi salah satu penyebab kematian Altantuya.