Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Dugaan Perilaku Seks Menyimpang Anak di Garut, Psikolog Ingatkan Pentingnya Pendidikan Seks

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 26 April 2019 |17:03 WIB
Heboh Dugaan Perilaku Seks Menyimpang Anak di Garut, Psikolog Ingatkan Pentingnya Pendidikan Seks
Ilustrasi (Foto: Kesq)
A
A
A

Liza pun sempat membeberkan beberapa cara sederhana mengajarkan anak tentang pendidikan seksual. Pertama, orangtua harus menyesuaikan terlebih dahulu materi yang hendak diberikan dengan usia anak-anak mereka.

Untuk anak-anak yang masih duduk di bangku SD, bisa diajari terlebih dahulu tentang bagian-bagian tubuh yang sekiranya boleh mereka perlihatkan kepada orang lain, atau boleh disentuh. Ajarkan pula bagian-bagian tubuh yang tidak boleh dilihat atau dipegang sama sekali oleh keluarga atau oran-orang di sekitarnya.

Ketika anak sudah memasuki masa remaja (SD dan SMA), orangtua maupun guru di sekolah bisa memberikan informasi-informasi dasar tentang mimpi basah, menstruasi, masturbasi, tumbuhnya jakun, atau bulu-bulu halus di kemaluan mereka.

“Intinya dibuat nyaman dulu. Ketika anak sudah nyaman membicarakan tentang seks kepada orangtuanya, mereka justru akan lebih terbuka dan mau berdiskusi jika suatu waktu melihat konten-konten pornografi di gadget atau saat main ke rumah teman-temannya,” jelas Liza.

“Saat anak sudah duduk di bangku SMP dan SMA, berilah dia informasi tentang hubungan seksual. Jadi mereka bisa menjaga diri dan mencegah kasus-kasus pelecehan seksual,” tutupnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement