
“Lari interval menggunakan treadmill dilakukan bertahap; jalan, joging, lama-lama jalan lebih sedikit joging. Yang penting lari dilakukan secara komitmen, yakni seminggu 3- 5 kali,” ujar Anggia.
Menurut dia, lari interval bagus karena dengan waktu pendek bisa membakar kalori cukup banyak dan membuat tubuh bugar. Selama sekitar 10 menit, jenis lari ini berhasil membakar 100 kalori.
Selain itu, lari interval memberikan efek pembakaran kalori meski sudah berhenti berolahraga. “Hal ini membuat kalori yang terbakar akan lebih banyak ketimbang berlari dengan kecepatan konstan,” ujar Anggia.
Anggia yang juga Brand Manager Shaga, label produk olahraga, menghadirkan series peralatan fitness dari Reebok di Indonesia, yaitu Reebok ZJET 430.