Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penderita HIV/AIDS di Indonesia Makin Tinggi, Tapi Bukan dari Kalangan Pekerja Seks

Dito Bagus Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 20 April 2019 |20:30 WIB
Penderita HIV/AIDS di Indonesia Makin Tinggi, Tapi Bukan dari Kalangan Pekerja Seks
Penderita HIV/AIDS makin tinggi di Indonesia (Foto: RAND Corporation)
A
A
A

HIV merupakan jenis virus (Human Immunodeficienty Virus) yang bisa menyerang pada kekebalan tubuh manusia. Virus ini bisa menyerang T cell, merupakan salah satu jenis darah putih yang memproduksi antibodi dan menyerang pathogen di dalam tubuh.

Apabila T cell rusak, tubuh akan kehilangan kemampuan antibody untuk menyerang zat asing yang masuk ke dalam tubuh termasuk virus dan penyakit. HIV berbeda dengan AIDS, merupakan kondisi yang timbul akibat rusaknya system pertahanan tubuh karena virus HIV.

Sehingga orang yang terkena AIDS adalah orang yang terserang virus HIV, namun sementara orang yang mempunyai HIV tidak selalu berakhir dengan AIDS.

 BACA JUGA : 2 Resep Hidangan Serba Anggur, Cocok Buat Manjakan Lidah di Akhir Pekan!

Menurut Dr. Adiyana Esti, Doktor dari Angsamerah mengatakan, “Rentang waktu HIV berubah menjadi AIDS sangat relatif, tergantung treatment dan kecepatan penanganannya. Harapan hidup orang yang terinfeksi HIV bisa selayaknya orang normal apabila ditangani dan mendapat pengobatan yang tepat,” saat memberikan keterangan kepada Okezone, Sabtu (20/4/2019).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement