
Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Current Biology 2012, Min dan rekan-rekannya memeriksa catatan kesehatan 81 kasim Korea, atau pria yang dikebiri sehingga tidak bisa memiliki keturunan. Cara ini ternyata juga ampuh untuk menghentikan produksi testosteron. Mereka mendapati bahwa para kasim cenderung hidup sekitar 14 hingga 19 tahun lebih lama daripada pria-pria ‘normal’ atau yang tidak dikebiri.
Meski hubungan antara testosteron dan fungsi kekebalah tubuh belum jelas, studi yang dilakukan Min menunjukkan bahwa testosteron dapat memblokir pelepasan beberapa sel di dalam tubuh yang berfungsi melawan penyakit.
Di sisi lain, ada juga penelitian yang menghubungkan kadar testosteron rendah dengan penyakit jantung dan hasil kesehatan yang buruk pada pria. Dalam arti lain, hubungan antara testosteron dan kesehatan pria ini terbilang kompleks. Demikian dilansir Okezone dari Time, Sabtu (19/4/2019).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.